Di suatu pagi hari di hari jumat..
Ku mendatangi kebun milik si kakek untuk bertemu dengannya. Dan ketika ku datanga kakek itu telah berada di depan kebunnya menungguku. Tanpa kusadari si kakek itu sedang mengamati sebuah bunga di tangannya. Ku lantas terhentak kaget,, bunga yang ada di tangan kakek itu bunga berwarna ungu yang selama ini ku ingin memetiknya. Dan Ku pun bertanya pada kakek:
"Maaf kek,, apa bunga yang berwarna ungu di tangan kakek itu adalah bunga kesukaanku selama ini?" tanya Ku
"Ehm..." diam si kakek
"Kek!! kenapa kakek memetiknya?, padahal Ku telah berusaha untuk memetiknya selama ini. Dan.. dan.. Ku sebenarnya telah mempunyai keinginan kapan sebaiknya Ku petik bunga itu. Kek.. Ku sangat suka dengannya, Ku juga sangat menyayangi bunga itu kek.. tapi,, kenapa kakek telah memetiknya!." TegasKu
Kakek tersebut lalu tersenyum "Anak muda,, kakek jadi terkesan & sekaligus heran terhadapmu, kesan kakek adalah Kau begitu tulus ikhlas menyukai & menyeyangi bunga yang Kau idam2kan itu & heran kakek adalah kalau Kau sudah ikhlas & siap untuk memetiknya bunga itu lalu kenapa Kau tidak segera memetiknya." jawab Kakek
"Kan.. kemarin Ku sudah katakan pada kakek bahwa Ku masih ragu apakah bunga itu hanya menggunakan intrik permainan belaka supaya terlihat menarik dihadapnku atau tidak". balasKu
"Anak muda, Kamu tidak terlihat ragu terhadap bunga itu, malah kakek rasa Kamu yg terlihat menggunakan intrik permainan itu." balas Kakek
"lho kok malah Ku yg mempunyai intrik permainan itu?" bantahKu
"Anak muda,, bunga iyg berwarna ungu yg ada di tangan kakek saat ini bukanlah bunga kesukaanmu, namun bunga yg ada di tangan kakek ini hanyalah bunga plastik kepunyaan kakek. kakek sengaja menfatamorganakan penglihatanmu terhadap bunga itu. & ternyata ketulusan hatimu terhadap bunga itu sungguh besar & sesungguhnya kamu tidak ingin kehilangan dia. buktinya ketika kamu berpikir bahwa bunga itu telah kakek petik kamu langsung protes terhadap kakek. sungguh ketulusan hatimu sedang kakek uji & kamu lulus ujian itu." jawab kakek
"Kemudian kenapa kakek bilang Ku yg punya intrik permainan belaka itu?" tanyaKu
"Iya jelas!! bahwa karena kamu memang tulus cinta terhadap bunga itu. kadang kamu mau memtiknya.. kadang kadang tidak.. kasian bunga itu tidak kamu petik karena bunga itu sesungguhnya menunggumu untuk petik. bunga berwarna ungu itu dia jujur..jujur dalam memancarkan ketertarikannya terhadapmu agar kamu dapat memtiknya & memilikinya selamanya." jawab kakek
"Oh,, jadi seperti itu kek! maaf kek, memang Ku tidak berpikir kesana. jadi lantas sekarang dimana bunga yg kusuka itu kek?" tanya Ku
"Dia tidak kemana-mana, dia masih tumbuh indah dibelakangku & siap untuk dipetik olehmu, nah, kamu tulus suka sama bunga itu?"
"i..iya kek"
"kamu cinta & sayang sama bunga itu?"
" iya kek Ku cinta & sayang terhadap bunga itu."
"sekarang terserah padamu melakukan secepatnya atau tidak."
"iya Ku siap melakukannya sekarang juga"
Dan pada akhirnya bunga indah berwarna ungu itu kini telah dipetik olehKu. dan sekarang memilikinya. sesuai janjiKu pada diri sendiri & pada si kakek Ku akan merawat & menjaga bunga itu untuk selamanya... Amien!!!!
nb: Cerita Road to 29!! telah tamat, dan akan diikuti dengan tindakan nyata (riil) yg sebenarnya mudah2an antara cerita & riilnya tidak ada perbedaan.
Kamis, 26 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar