Indonesia lahir sebagai sebuah negara di akhir perang dunia kedua. Tepatnya ketika pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat berhasil mengalahkan Jerman dan menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri perang di Pasifik. Seperti tertulis pada sejarah, Indonesia menetapkan 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaannya.
Yang istimewa dari kemerdekaan itu adalah rangkaian kata-kata dalam pembukaan konstitusi republik yang berpihak pada kemerdekaan universal, mencerdaskan bangsa dan penghormatan pada hak individu.
Pembukaan konstitusi itu tidak dipikirkan dan dibuat dalam kurun waktu singkat. Namun, pemikiran tentang kemerdekaan dan kebebasan sebagai suatu bangsa dalam pergaulan diantara bangsa-bangsa yang lain sudah dirancang sejak masa sarjana muda Indonesia kembali dari perjalanan akademisnya.
Para sarjana yang belajar ke negeri Belanda seperti Hatta dan Sjahrir, yang pergi ke Belanda karena politik etis Ratu Wilhelmina, belajar dengan cepat tentang kemerdekaan Perancis dan Amerika Serikat. Prinsip-prinsip tentang liberate, fraternite, dan egaliterite merasuk cepat pada pikiran-pikiran anak muda Indonesia kala itu. Sampai mereka di Indonesia organisasi-organisasi yang berjuang atas nama kemerdekaan dan kebebasan muncul dimana-mana.
Slogan-slogan tentang kebebasan dan kemerdekaan berkibar dimana-mana. Kebebasan seperti kebebasan untuk berekspresi dan kemerdekaan untuk menentukan nasib sendiri merupakan salah satu misi utama yang diperjuangkan.
Kebebasan menyangkut pada hak-hak individu pribumi untuk bertindak tanpa paksaan dan dengan paksaan. Beragam implementasi kebebasan itu sendiri seperti, mendapatkan informasi dan menggunakan informasi serta menyampaikan informasi. Hak individu untuk bertindak dan berbuat tanpa gangguan dari penguasa. Kemerdekaan menentukan nasib sendiri terkait dengan hak-hak ekonomi dan sipil-politik.
Sebagaimana diketahui, pemerintah kolonial Belanda di awal abad 1900-an, sangat tidak mentolerir tindakan-tindakan anak muda terkait kampanye dan pendidikan rakyat. Mereka anggap hal itu bisa membuat keonaran dan kerusuhan umum. Salah satu contoh praktek represif kolonial adalah saat mengadili Soekarno, Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata di Bandung. Kolonial menganggap aktivitas keempat anak muda itu akan mengancam pemerintah yang sah.
Gerakan kebebasan dan kemerdekaan ini memang dimotori oleh azas-azas Revolusi Perancis dan Amerika. Sikap politik liberalisme ini di awal abad ke-19 menjadi semangat politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Kaum liberal menginisiasi prinsip kebebasan. Pada dasarnya mereka menganggap manusia sebagai makluk rasional. Gagasan-gagasan dari pemikiran liberal ini diantaranya adalah:[1]
Pertama: Pembatasan tindakan pemerintah yang aktifitas dan wewenang kekuasaannya harus terikat pada terjaminnya hak-hak kebebasan.
Kedua; Persoalan-persoalan individu dan negara atau individu dan individu harus berdasarkan hukum. Artinya secara hukum, paham ini menghendaki negara berciri negara hukum yang kuat.
Lantas bagaimana Indonesia sejak kemerdekaan hingga hari ini?
Cukup pelik menyatakan Indonesia berstatus A atau B. Dihitung sejak era reformasi, ketika suara kebebasan bergema seperti era perjuangan kemerdekaan, desakan agar negara menghormati hak-hak individu gencar diperjuangkan. Hasilnya, instrumen negara malah membuat beberapa produk aturan yang berimplikasi pada pemenjaraan warga negara.
Dalam sistem hukum Indonesia, muatan Kitab Undang-undang Hukum Pidana dikenal tiga jenis tindak pidana terkait dengan penghinaan, yaitu pencemaran, fitnah dan penghinaan ringan. Penghinaan atau defamation secara harfiah didefinisikan sebagai sebuah tindakan yang merugikan nama baik dan kehormatan seseorang.
Masih adanya penggunaan ketentuan itu dalam sistem hukum Indonesia, pro dan kontra terus berlanjut. Sisi yang pro menghapus ketentuan defamation merupakan aturan pembatasan dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat yang diduga hanya untuk membatasi akses masyarakat terhadap informasi. Sementara pembuat UU menyatakan hal ini untuk mencegah warga negara saling menghina di depan umum.
Pihak-pihak seperti Aliansi Jurnalis Independen, Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia pernah menggugat penghapusan pasal-pasal ini ke Mahkamah Konstitusi. Tapi pihak Mahkamah tidak mengabulkan gugatan mereka dan mempertahankan keberadaan pasal-pasal penghinaan.
Pasca keputusan itu, pembuat UU malah mengeluarkan produk baru undang-undang. Pasal-pasal penghinaan tidak hanya dimuat dalam KUHP, tapi juga dalam undang-undang baru yang disebut UU Informasi dan Transfer Elektronik. Isu yang mengemuka UU ITE malah lebih ”galak” dibanding KUHP memberi ruang yang samar apakah seseorang bisa membela diri atau tidak.
Sebagaimana dalam KUHP, seseorang dianggap mencemarkan nama baik bisa membela diri jika menggunakan pendapat atau tulisannya untuk kepentingan umum atau membela diri. Sedangkan dalam UU ITE hal ini tidak diatur.
Makin kuatnya pasal-pasal penghinaan dalam sistem hukum Indonesia lantas menimbulkan pertanyaan akan kemana nasib kebebasan itu sendiri di negeri yang mengaku demokratis.
Senin, 31 Agustus 2009
Sejarah dan Transisi Keadilan Korea Selatan
Berbicara mengenai Korea merupakan hal yang menarik. Setelah dijajah oleh Jepang, Korea terbagi menjadi dua. Pada 1948, Korea Utara dikuasai oleh Uni Soviet dan menganut pemerintahan komunis. Sementara itu, Korea Selatan yang dikuasai Amerika Serikat menjalankan pemerintahan demokratik. Tentu saja, Korea Selatan juga mengalami fase belajar menjadi negara demokratik. Korea melangkah dibantu dengan adanya transisi keadilan (transitional justice). Fase yang terjadi di Korea Selatan dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi Indonesia. Hal-hal yang baik dapat ditiru dan dijadikan bahan rujukan, sedangkan hal-hal yang buruk atau tidak berhasil dapat dihindari atau diatasi. Kutipan tersebut merupakan penggalan cerita Suh Jiwon, kandidat doktor dari Ohio University, yang disampaikan dalam diskusi di Perpustakaan Danlev pada Jumat, 22 September. Suh Jiwon saat ini sedang melakukan penelitian untuk desertasinya tentang Transisi Keadilan di Indonesia Pasca Pemerintahan Soeharto. Kejadian Penting dalam Sejarah Korea Selatan Selama 35 tahun, Korea dijajah oleh Jepang. Kemudian, pada 1 Agustus 1945, Toyama—salah satu kota di Jepang—dibom Amerika Serikat. Tentara Jepang yang sedang berada di negara jajahannya kalang kabut. Lima hari setelahnya, Hiroshima turut hancur berantakan akibat bom yang dijatuhkan di sana. Kejadian itu membuat tentara Jepang kembali ke negaranya, meninggalkan negara jajahannya. Pada saat itulah, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengambil alih Korea. Uni Soviet ”menguasai” Korea Utara dan memasukkan paham komunisnya. Sementera, Korea Selatan ”dikuasai” oleh Amerika Serikat dan menjadikan pemerintahan demokratik. Lalu, pada 1945—1948, Korea mengalami masa emansipasi. Menurut Suh Jiwon, paham komunis mulai disebarkan di Korea Selatan. Jadi, elemen komunis meningkat tajam di Selatan, terlebih pada 1948. Akan tetapi, penyebaran ini ditengarai oleh pembunuhan masyarakat besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah dan militan dari Korea Utara. Apalagi, adanya penolakan terhadap pemilihan secara Umum di Korea Selatan pada Mei 1948 membuat protes besar-besaran. Protes ini membuat tentara yang berbasis komunis menentang untuk dikirim ke Jeju—tempat kejadian—di Korea Selatan. Kejadian ini juga berujung pada pembunuhan besar-besaran. Belum berhenti pada tragedi tersebut, pada 1950—1953 terjadilah Perang Korea. Kira-kira perang ini memakan korban 2 juta nyawa. Tidak hanya dilakukan oleh tentara saja, tetapi terjadi pula perang saudara antara sesama orang Korea karena berbeda pandangan politik. Perang ini pun ditutup dengan pemerintahan Rhee Syng Man (1953—1960). Pemerintahan ini menjunjung tinggi kekuasaan atas negara. Oleh karena itu, terjadilah protes yang dilakukan oleh mahasiswa. Protes itu mengakibatkan Rhee harus pindah ke Hawai. Setelah pemerintahan Rhee, terbentuklah republik kedua yang menjunjung tinggi masyarakat sipil. Terjadi lagi perebutan kekuasaan militer; kali ini dilakukan oleh Park Chung Hee. Lalu, Park Chung Hee menempati posisi kekuasaan pada masa republik ketiga dan keempat (1961—1979). Pada masa jabatannya, tepatnya pada 1972, Park merevisi ketentuan konstitusi yang memungkinkan dirinya tetap berkuasa sepanjang hidupnya. Namun, tampaknya perubahan ini tidak disetujui oleh seluruh Korea. Pada akhirnya, Korea digemparkan oleh pembunuhan Park Chung Hee. Setelah pembunuhan Park, Chun Doo-Hwan dan rekan kerjanya merebut kekuasaan. Mahasiswa beserta masyarakat tidak sependapat dengan perebutan itu dan melakukan aksi protes. Akan tetapi, Chun justru mengumumkan hukum darurat perang (martial law) pada 1980. Ketika mahasiswa dan masyarakat berdemonstrasi, mereka dibungkam dengan kekerasan berdasarkan hukum itu. Kejadian itu berlangsung rusuh antara orang-orang yang protes dan tentara di sana. Begitu banyak orang terbunuh dan terluka akibat kejadian ini. Kejadian tersebut tidak membuat Chun Doo-Hwan turun tahta. Dia menempati posisi penguasa pada republik kelima. Akhirnya, pada 1987 terjadi demonstrasi yang menuntut masa jabatan penguasa sebatas lima tahun. Pada tahun yang sama, rekan Chun menjabat menjadi presiden. Rho Tae-Woo menjabat dari 1987 hingga 1992. Periode 1992—1997, Kim Young-Sam mengganti kedudukan Rho, walaupun Kim Young-Sam bersekutu dengan Rho dan partai pemerintah. Masa jabatan Kim Young-Sam habis pada 1997, kemudian digantikan oleh Kim Dae-Jung, oposisi pertamanya. Pada 2002, ketika masa jabatan Kim Dae-Jung habis, Rho Moo-Hyun menjadi presiden. Ia berasal dari oposisi pula. Saat ini, Korea Selatan dipimpin oleh Lee Myung-Bak sejak tahun lalu. Dengan kepemimpinannya, Korea Selatan kembali ke pemerintahan yang konservatif. Transisi Keadilan setelah 1987 Secara kasar, ada tiga isu yang bisa diangkat dalam pembahasan transisi keadilan setelah 1987 di Korea Selatan. Pertama adalah korupsi. Korupsi yang dilakukan pejabat negara membuat masyarakat marah kepada diktator sebelumnya. Kedua adalah pemberontakan Gwangju. Pemberontakan ini merupakan simbol dari politik gerakan sosial. Selain itu, pemberontakan ini juga menimbulkan perpecahan yang besar dalam partai politik. Ketiga adalah perebutan kekuasaan. Perebutan ini menggambarkan kekejaman yang dilakukan dalam susunan konstitusi. Kemudian, timbullah pertanyaan, apakah perebutan kekuasaan yang berhasil bisa dijatuhkan hukuman pula. Ketiga isu tersebut memicu transaksi keadilan di Korea Selatan. Berikut salah satu contohnya. Pada Agustus 1996, Chun dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Distrik Seoul, sementara Rho dihukum hingga 22,5 tahun. Keputusan itu pun berubah pada Desember 1996 sampai April 1997. Hukuman yang harus dijakani Chun hanya di tahanan sepanjang hidupnya. Di sisi lain, Rho harus menjalani hukuman selama 17 tahun saja, tetapi ditambah dengan pajak sangat tinggi yang dikenakan kepadanya. Namun, pada Desember 1997, kedua orang terebut dibebaskan oleh Kim Dae-Jung. Perkembangan Hukum Khusus dan Komisi Transisi keadilan yang terjadi di Korea Selatan juga dapat dilihat dari munculnya komisi-komisi. Sayangnya, Suh Jiwon belum bisa memberikan kepastian apakah komisi-komisi ini merupakan pegawai pemerintah atau merupakan badan independen yang terlepas dari pemerintah. Berikut contoh-contoh dari komisi tersebut. Komisi Pemulihan Penghormatan dan Kompensasi Gerakan Aktivis Demokrasi Keberadaan komisi ini mempunyai tujuan besar, yaitu melakukan rehabilitasi dan kompensasi terhadap mereka yang sudah berkorban untuk menentang peraturan otoriter yang tidak konstitusionil. Dengan demikian, semua orang yang cedera, sakit, diputuskerjakan, dan sebagainya sehubungan dengan keterlibatannya dalam gerakan demokrasi dapat melamar—tetapi tidak jelas konteks melamar dalam komisi ini atau melamar sebagai korban ke komisi ini. Komisi ini dilihat ulang oleh para pelamar ataupun anggota keluarganya. Kemudian, mereka diberi kewenangan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja komisi ini. Komisi ini juga bisa mengadakan perayaan organisasi dan projek memorial. Namun, tetap saja terdapat kontroversi akan kehadiran komisi ini. Tragedi Universitas Dongeui adalah salah satu contohnya. Tragedi itu merupakan tragedi terbesar dalam sejarah gerakan mahasiswa di Korea. Pada Mei 1989, ada tujuh polisi yang dibunuh ketika terjadi konfrontasi yang melibatkan kekerasan. Akibatnya, ada tiga puluh mahasiswa yang menerima hukuman di penjara dalam jangka waktu yang lama. Kemudian, pada 2002, komisi ini menyatakan bahwa terdapat 46 mahasiwa yang terlibat dalam tragedi tersebut adalah aktivis demokrasi. Komisi ini juga membayar rata-rata Rp.250 juta kepada mereka. Di sisi lain, komisi ini menolak permintaan untuk penyelidikan ulang. Bahkan, anggota keluarga polisi yang mengajukan naik banding ke Pengadilan Konstitusi juga ditolak. Tragedi seperti ini biasanya digerakkan jika ada kasus yang membutuhkan revisi hukum dan atau membatalkan komisi. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Komisi ini merupakan organisasi yang bersifat sementara. Komisi ini dibentuk pada 2005 dan rencanya akan berlangsung selama lima tahun. Akan tetapi, komisi ini juga dapat diperpanjang selama dua tahun jika dibutuhkan. Keberadaan komisi ini diharapkan dapat menginvestigasi semua kejadian yang terjadi sejak masa kolonial, kecuali kejadian yang sudah diinvestigasi oleh komisi lain. Komisi ini tetap dapat bergerak walaupun tidak ada pelaporan dari korban. Sayangnya, komisi ini lebih banyak bergerak dalam mengungkap kebenaran daripada rekonsilisasi. Mereka percaya bahwa rekonsiliasi dapat dilakukan jika kebenaran sudah terungkap. Hingga 7 Juli 2009, ada 5.653 kasus dari 11.004 kasus yang ditangani oleh komisi ini. Karakterikstik Transisi Keadilan di Korea Selatan Suh Jiwon mengatakan bahwa Korea Selatan merasa terisolasi secara internasional. Setiap kejadian di negaranya tidak diperhatikan dan tidak diketahui oleh negara-negara lain. Menurutnya, sedikitnya perhatian dari negara lain karena keterlambatan Korea Selatan untuk bergabung dalam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), yaitu pada Agustus 1991. Selain itu, Korea Selatan terlalu fokus pada tokoh besar dalam tiap kejadian pembuatan sejarah. Maksudnya, mereka lebih memperhatikan siapa yang menjadi pahlawan dan siapa yang menjadi penjahat dalam tiap insiden. Apalagi, komisi khusus di atas menangani kejadian yang terjadi sudah terlampau lama. Misalnya, komisi tersebut menangani kasus yang terjadi pada akhir abad 19. Dengan demikian, dampak dari komisi tersebut tidak ”berasa” pada zaman sekarang. Isu Gwangju telah menjadi agenda utama dari transisi keadilan. Isu lainnya akan mengikuti setelah penutupan isu Gwangju. Di sisi lain, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi dianggap bentuk konkret yang paling dekat dengan transisi keadilan karena tidak banyak komisi dan tidak membahas masalah yang terlalu lama. Komisi ini diperdebatkan apakah akan menjadi penutup atau penghidupan kembali dari isu di bawah pemerintahan yang konservatif. (Lia)
Selasa, 26 Mei 2009
Alkisah pada suatu hari ada seorang pemuda yang sedang duduk-duduk santai di sebuah balai di desa "Suka Kamu". desa ini terbilang cukup unik karena desa ini orang2 menganggapnya sebagai desa cinta. Kenapa? karena di desa ini ada seorang pemuda yang sangat terkenal karena kepribadiannya. si pemuda ini saking terkenalnya maka sebagian gadis2 di desa itu menyukainya. Namun anehnya si pemuda itu tidak menyukai diantara gadis2 yang menyukainya tersebut. "Kalau dibilang dekat..ya kami hanya dekat tp tidak sampai harus pacaran" kata pemuda.
Sampai suatu saat ada seorang putri kerajaan yg sangat baik,, melintas di desa itu. si pemuda berkenalan dengan'y. Singkat cerita.. akhir'y karena relatif sering bertemu dikarenakan jarak istana tempat putri itu tinggal dengan desa tempat si pemuda itu berada maka mereka pun berpacaran. ditengah2 berjalannya pacaran mereka cukup banyak halangan/hambatan yang mereka terima baik itu dari sang pemuda dan si putri.
putri dari istana memang sangat dikagumi di lingkungan istana. dari mulai penjaga istana sampai masyarakat bawah pun. singkat cerita, putri melakukan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya kepada si pemuda. Namun si pemuda tidak terima bukan karena si putri itu pergi menunggang kuda berdua dengan seseorang, tetapi pemberitahuan/kabar yang disampaikan kepada si pemuda sangat Mendadak. Tidak diberitahukan sebelumnya bahwa putri akan pergi menunggang kuda berdua dengan seseorang. Pemuda itu sangat tidak terima kabar yang super mendadak itu, karena feeling si pemuda bahwa putri itu telah merencanakan pergi menunggang kuda berdua beberapa hari sebelumnya. karena menurut si pemuda ketika hari itu putri tersebut diajak keluar bareng dengan si pemuda tapi putri sedikit bermalas-malasan antara mau & tidak. disitu pemuda sudah mulai curiga. namun hal itupun sudah tidak di pikirkan lagi oleh si pemuda.
Wisdom: diharapkan kalau ada plann schedule keluar untuk tidak diberitahukan/dikabarkan secara mendadak, karena hal itu seakan-akan membawa kesan yg kurang menyenangkan.
Sampai suatu saat ada seorang putri kerajaan yg sangat baik,, melintas di desa itu. si pemuda berkenalan dengan'y. Singkat cerita.. akhir'y karena relatif sering bertemu dikarenakan jarak istana tempat putri itu tinggal dengan desa tempat si pemuda itu berada maka mereka pun berpacaran. ditengah2 berjalannya pacaran mereka cukup banyak halangan/hambatan yang mereka terima baik itu dari sang pemuda dan si putri.
putri dari istana memang sangat dikagumi di lingkungan istana. dari mulai penjaga istana sampai masyarakat bawah pun. singkat cerita, putri melakukan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya kepada si pemuda. Namun si pemuda tidak terima bukan karena si putri itu pergi menunggang kuda berdua dengan seseorang, tetapi pemberitahuan/kabar yang disampaikan kepada si pemuda sangat Mendadak. Tidak diberitahukan sebelumnya bahwa putri akan pergi menunggang kuda berdua dengan seseorang. Pemuda itu sangat tidak terima kabar yang super mendadak itu, karena feeling si pemuda bahwa putri itu telah merencanakan pergi menunggang kuda berdua beberapa hari sebelumnya. karena menurut si pemuda ketika hari itu putri tersebut diajak keluar bareng dengan si pemuda tapi putri sedikit bermalas-malasan antara mau & tidak. disitu pemuda sudah mulai curiga. namun hal itupun sudah tidak di pikirkan lagi oleh si pemuda.
Wisdom: diharapkan kalau ada plann schedule keluar untuk tidak diberitahukan/dikabarkan secara mendadak, karena hal itu seakan-akan membawa kesan yg kurang menyenangkan.
Selasa, 05 Mei 2009
Tanpa Judul
Pemuda yang telah memiliki bunga itu, sekarang sangat berbahagia. Kenapa? karena bunga itu ternyata setelah dimilikinya selama ini, sungguh sangat luar biasa.. kalau itu diibaratkan sebagai manusia. Ada seorang wanita yg boleh dibilang cukup menarik perhatian pemuda itu semenjak dia ingin memiliki bunga itu.
Wanita itu bernama Mira Ismina Nirmaladewi ato yg lebih sering kita kenal via blog ini yaitu M.I.N. dia begitu menarik,, dia begitu humoris,, dsb nyalah yg membuat si pemuda itu jatuh hati. Pemuda itu lantas berbicara pada diri sendiri.. "Wahai wanita yg ada di seberang sana, meskipun watak kita gak sama, tp kau begitu sangat menarik bagiku, kau bagaikan bunga yg aku memliki sekarang ini. Indah dilihat tidak dari fisik melainkan dari dalam dirimu terpancar cahaya yg..gak bisa lagi diungkapkan dengan kata2"
Mira.. :seru pemuda itu.
Aku sangat menyayangimu, Aku gak mau jauh2 darimu mira: kata pemuda itu.
Kau mirip sekali dengan bunga yg aku petik di kebun milik si kakek.. huuh: lantang si pemuda.
Wanita itu bernama Mira Ismina Nirmaladewi ato yg lebih sering kita kenal via blog ini yaitu M.I.N. dia begitu menarik,, dia begitu humoris,, dsb nyalah yg membuat si pemuda itu jatuh hati. Pemuda itu lantas berbicara pada diri sendiri.. "Wahai wanita yg ada di seberang sana, meskipun watak kita gak sama, tp kau begitu sangat menarik bagiku, kau bagaikan bunga yg aku memliki sekarang ini. Indah dilihat tidak dari fisik melainkan dari dalam dirimu terpancar cahaya yg..gak bisa lagi diungkapkan dengan kata2"
Mira.. :seru pemuda itu.
Aku sangat menyayangimu, Aku gak mau jauh2 darimu mira: kata pemuda itu.
Kau mirip sekali dengan bunga yg aku petik di kebun milik si kakek.. huuh: lantang si pemuda.
Senin, 27 April 2009
merubah lay-out FB
Bosan dengan tampilan facebook yang begitu-gitu saja tanpa variasi, tidak seperti friendster atau myspace yang bisa kita kostumisasi sesuai dengan kemauan kita. Kalau begitu coba yang satu ini, dengan cara ini kita dapat mengganti tampilan halaman facebook menjadi lebih bagus dan yang paling penting bisa dikostumisasi sendiri.
* -mengubah tampilan facebook
Dan ternyata banyak sekali yang mencari artikel tentang tampilan facebook. Setelah beberapa penelusuran website, blog dan group-group yang berisi tentang tutorial
mengganti layout facebook, saya menemukan 2 cara berbeda:
1. Merubah tampilan layout facebook dengan cara userstyles.org (untuk penguna mozila firefox)-download add-ons mozzila
-klik "add to firefox", installasi and restart mozilla firefox
-pilih tampilan yang diinginkan disini
-klik tombol "Load into Stylish"
-save dan refresh halaman facebook Anda
2. Merubah tampilan layout facebook dengan cara yontoo.com (untuk penguna mozila firefox dan internet explorer)
-kunjungi website Yontoo
-pilih "Start Installation"
-install Add-ons dan restart mozila
-pasang aplikasi PageRage di facebook
-pilih tampilan yang diinginkan
-lihat profile anda
Kedua cara tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, silakan pilih saja salah satunya. Saya sendiri lebih suka cara no.1 karena lebih mudah kostumisasi dan bisa menghilangkan iklan facebook. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang kelebihan dan keurangan cara diatas akan dibahas lain waktu dalam artikel berbeda.
* -mengubah tampilan facebook
Dan ternyata banyak sekali yang mencari artikel tentang tampilan facebook. Setelah beberapa penelusuran website, blog dan group-group yang berisi tentang tutorial
mengganti layout facebook, saya menemukan 2 cara berbeda:
1. Merubah tampilan layout facebook dengan cara userstyles.org (untuk penguna mozila firefox)-download add-ons mozzila
-klik "add to firefox", installasi and restart mozilla firefox
-pilih tampilan yang diinginkan disini
-klik tombol "Load into Stylish"
-save dan refresh halaman facebook Anda
2. Merubah tampilan layout facebook dengan cara yontoo.com (untuk penguna mozila firefox dan internet explorer)
-kunjungi website Yontoo
-pilih "Start Installation"
-install Add-ons dan restart mozila
-pasang aplikasi PageRage di facebook
-pilih tampilan yang diinginkan
-lihat profile anda
Kedua cara tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, silakan pilih saja salah satunya. Saya sendiri lebih suka cara no.1 karena lebih mudah kostumisasi dan bisa menghilangkan iklan facebook. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang kelebihan dan keurangan cara diatas akan dibahas lain waktu dalam artikel berbeda.
Rabu, 01 April 2009
29 is the road to reality
And in the end purple flowers that I have now, and I have quotation. I really love the flowers, I really pity on that interest. interest for this purpose I am a woman who is both given by Allah SWT to me. and the woman is named Mira Ismina Nirmaladewi.
I hope when I have a Mira no one can bother me with the jolt of Mira. I want between me mira with each other well. even if there is a problem between us, it will be the good without also affected by anyone.
Mira .. I really pity you ... I ask is that I am given to you the wise advice and criticism that is useful for our relationship. Thank you dear Mira,,,
Regards,
Resa
I hope when I have a Mira no one can bother me with the jolt of Mira. I want between me mira with each other well. even if there is a problem between us, it will be the good without also affected by anyone.
Mira .. I really pity you ... I ask is that I am given to you the wise advice and criticism that is useful for our relationship. Thank you dear Mira,,,
Regards,
Resa
Label:
ending story
Kamis, 26 Maret 2009
Road To 29!! (Vol. 5 of 5)
Di suatu pagi hari di hari jumat..
Ku mendatangi kebun milik si kakek untuk bertemu dengannya. Dan ketika ku datanga kakek itu telah berada di depan kebunnya menungguku. Tanpa kusadari si kakek itu sedang mengamati sebuah bunga di tangannya. Ku lantas terhentak kaget,, bunga yang ada di tangan kakek itu bunga berwarna ungu yang selama ini ku ingin memetiknya. Dan Ku pun bertanya pada kakek:
"Maaf kek,, apa bunga yang berwarna ungu di tangan kakek itu adalah bunga kesukaanku selama ini?" tanya Ku
"Ehm..." diam si kakek
"Kek!! kenapa kakek memetiknya?, padahal Ku telah berusaha untuk memetiknya selama ini. Dan.. dan.. Ku sebenarnya telah mempunyai keinginan kapan sebaiknya Ku petik bunga itu. Kek.. Ku sangat suka dengannya, Ku juga sangat menyayangi bunga itu kek.. tapi,, kenapa kakek telah memetiknya!." TegasKu
Kakek tersebut lalu tersenyum "Anak muda,, kakek jadi terkesan & sekaligus heran terhadapmu, kesan kakek adalah Kau begitu tulus ikhlas menyukai & menyeyangi bunga yang Kau idam2kan itu & heran kakek adalah kalau Kau sudah ikhlas & siap untuk memetiknya bunga itu lalu kenapa Kau tidak segera memetiknya." jawab Kakek
"Kan.. kemarin Ku sudah katakan pada kakek bahwa Ku masih ragu apakah bunga itu hanya menggunakan intrik permainan belaka supaya terlihat menarik dihadapnku atau tidak". balasKu
"Anak muda, Kamu tidak terlihat ragu terhadap bunga itu, malah kakek rasa Kamu yg terlihat menggunakan intrik permainan itu." balas Kakek
"lho kok malah Ku yg mempunyai intrik permainan itu?" bantahKu
"Anak muda,, bunga iyg berwarna ungu yg ada di tangan kakek saat ini bukanlah bunga kesukaanmu, namun bunga yg ada di tangan kakek ini hanyalah bunga plastik kepunyaan kakek. kakek sengaja menfatamorganakan penglihatanmu terhadap bunga itu. & ternyata ketulusan hatimu terhadap bunga itu sungguh besar & sesungguhnya kamu tidak ingin kehilangan dia. buktinya ketika kamu berpikir bahwa bunga itu telah kakek petik kamu langsung protes terhadap kakek. sungguh ketulusan hatimu sedang kakek uji & kamu lulus ujian itu." jawab kakek
"Kemudian kenapa kakek bilang Ku yg punya intrik permainan belaka itu?" tanyaKu
"Iya jelas!! bahwa karena kamu memang tulus cinta terhadap bunga itu. kadang kamu mau memtiknya.. kadang kadang tidak.. kasian bunga itu tidak kamu petik karena bunga itu sesungguhnya menunggumu untuk petik. bunga berwarna ungu itu dia jujur..jujur dalam memancarkan ketertarikannya terhadapmu agar kamu dapat memtiknya & memilikinya selamanya." jawab kakek
"Oh,, jadi seperti itu kek! maaf kek, memang Ku tidak berpikir kesana. jadi lantas sekarang dimana bunga yg kusuka itu kek?" tanya Ku
"Dia tidak kemana-mana, dia masih tumbuh indah dibelakangku & siap untuk dipetik olehmu, nah, kamu tulus suka sama bunga itu?"
"i..iya kek"
"kamu cinta & sayang sama bunga itu?"
" iya kek Ku cinta & sayang terhadap bunga itu."
"sekarang terserah padamu melakukan secepatnya atau tidak."
"iya Ku siap melakukannya sekarang juga"
Dan pada akhirnya bunga indah berwarna ungu itu kini telah dipetik olehKu. dan sekarang memilikinya. sesuai janjiKu pada diri sendiri & pada si kakek Ku akan merawat & menjaga bunga itu untuk selamanya... Amien!!!!
nb: Cerita Road to 29!! telah tamat, dan akan diikuti dengan tindakan nyata (riil) yg sebenarnya mudah2an antara cerita & riilnya tidak ada perbedaan.
Ku mendatangi kebun milik si kakek untuk bertemu dengannya. Dan ketika ku datanga kakek itu telah berada di depan kebunnya menungguku. Tanpa kusadari si kakek itu sedang mengamati sebuah bunga di tangannya. Ku lantas terhentak kaget,, bunga yang ada di tangan kakek itu bunga berwarna ungu yang selama ini ku ingin memetiknya. Dan Ku pun bertanya pada kakek:
"Maaf kek,, apa bunga yang berwarna ungu di tangan kakek itu adalah bunga kesukaanku selama ini?" tanya Ku
"Ehm..." diam si kakek
"Kek!! kenapa kakek memetiknya?, padahal Ku telah berusaha untuk memetiknya selama ini. Dan.. dan.. Ku sebenarnya telah mempunyai keinginan kapan sebaiknya Ku petik bunga itu. Kek.. Ku sangat suka dengannya, Ku juga sangat menyayangi bunga itu kek.. tapi,, kenapa kakek telah memetiknya!." TegasKu
Kakek tersebut lalu tersenyum "Anak muda,, kakek jadi terkesan & sekaligus heran terhadapmu, kesan kakek adalah Kau begitu tulus ikhlas menyukai & menyeyangi bunga yang Kau idam2kan itu & heran kakek adalah kalau Kau sudah ikhlas & siap untuk memetiknya bunga itu lalu kenapa Kau tidak segera memetiknya." jawab Kakek
"Kan.. kemarin Ku sudah katakan pada kakek bahwa Ku masih ragu apakah bunga itu hanya menggunakan intrik permainan belaka supaya terlihat menarik dihadapnku atau tidak". balasKu
"Anak muda, Kamu tidak terlihat ragu terhadap bunga itu, malah kakek rasa Kamu yg terlihat menggunakan intrik permainan itu." balas Kakek
"lho kok malah Ku yg mempunyai intrik permainan itu?" bantahKu
"Anak muda,, bunga iyg berwarna ungu yg ada di tangan kakek saat ini bukanlah bunga kesukaanmu, namun bunga yg ada di tangan kakek ini hanyalah bunga plastik kepunyaan kakek. kakek sengaja menfatamorganakan penglihatanmu terhadap bunga itu. & ternyata ketulusan hatimu terhadap bunga itu sungguh besar & sesungguhnya kamu tidak ingin kehilangan dia. buktinya ketika kamu berpikir bahwa bunga itu telah kakek petik kamu langsung protes terhadap kakek. sungguh ketulusan hatimu sedang kakek uji & kamu lulus ujian itu." jawab kakek
"Kemudian kenapa kakek bilang Ku yg punya intrik permainan belaka itu?" tanyaKu
"Iya jelas!! bahwa karena kamu memang tulus cinta terhadap bunga itu. kadang kamu mau memtiknya.. kadang kadang tidak.. kasian bunga itu tidak kamu petik karena bunga itu sesungguhnya menunggumu untuk petik. bunga berwarna ungu itu dia jujur..jujur dalam memancarkan ketertarikannya terhadapmu agar kamu dapat memtiknya & memilikinya selamanya." jawab kakek
"Oh,, jadi seperti itu kek! maaf kek, memang Ku tidak berpikir kesana. jadi lantas sekarang dimana bunga yg kusuka itu kek?" tanya Ku
"Dia tidak kemana-mana, dia masih tumbuh indah dibelakangku & siap untuk dipetik olehmu, nah, kamu tulus suka sama bunga itu?"
"i..iya kek"
"kamu cinta & sayang sama bunga itu?"
" iya kek Ku cinta & sayang terhadap bunga itu."
"sekarang terserah padamu melakukan secepatnya atau tidak."
"iya Ku siap melakukannya sekarang juga"
Dan pada akhirnya bunga indah berwarna ungu itu kini telah dipetik olehKu. dan sekarang memilikinya. sesuai janjiKu pada diri sendiri & pada si kakek Ku akan merawat & menjaga bunga itu untuk selamanya... Amien!!!!
nb: Cerita Road to 29!! telah tamat, dan akan diikuti dengan tindakan nyata (riil) yg sebenarnya mudah2an antara cerita & riilnya tidak ada perbedaan.
Label:
ending story
Langganan:
Postingan (Atom)



