Selasa, 24 Maret 2009

Road To 29!! (Vol. 3 of 5)

Pada suatu hari itu, Ku berkunjung ke kebun yang luas itu lagi. seraya tetap memandang dan melihat bunga berwarna ungu itu kembali. Pada saat Ku memperhatikan bunga itu, Ku tersentak kaget dari belakang ada yang menepuk pundakKu. Ternyata seorang kakek renta yang kemudian dia bertanya pada Ku:

"Hey,, anak muda Aku perhatikan Kau dari kemarin senang sekali mengunjungi kebun ini, dan Aku heran kenapa dengan kebun yang luas ini dari sekitar banyak bermacam-macam bunga yang indah tapi hanya 1 bunga yang Kau lihat dari kemarin?" kata kakek itu
"Ow.. tidak kek, tidak apa2, Ku hanya senang melihat bunga yang berwarna ungu ini" jawab diriKu.
"Tidak mungkin,, pasti ada sesuatu dengan bunga itu sehingga Kau mendatangi kebun ini dan hanya memperhatikan bunga itu saja" bantah si kakek.
"Haha.. begini kek jujur memang Ku suka sekali melihat bunga itu, begitu indah, rupawan dan anggun. memang banyak bunga disekitar kebun ini. tapi.. Ku hanya suka melihat bunga ini" jawab diriKu.
"Nak,, kalau seandainya bunga itu diibaratkan manusia, kira2 ada atau tidak manusia yang seperti bunga itu di kehidupanmu?" tanya si kakek
"Tentu ada kek.. Dia sangat mirip dengan bunga itu, baru Kukenal tidak lama ini lalu Ku merasa.. Ku ingin memilikinya. samalah dengan bunga ini kek, baru Kulihat tidak lama ini lalu Ku merasa.. Ku ingin memetiknya dan memilikinya" jawab diriKu
"Oh,, kalau begitu pasti orang itu sangat mempunyai makna di kehidupanmu sama dengan bunga itu sangat mempunyai makna di dalam kehidupanmu. Nak,, kalau boleh kakek kasih saran "cepatlah ambil bunga itu, petiklah bunga itu dan milikilah" karena bunga itu telah begitu lama menunggumu dan keburu bunga itu dipetik oleh orang lain" jelas si kakek.
"ehm.. baiklah kek saya akan menuruti penjelasan kakek, tapi Ku akan melihat perkembangannya dulu ya kek yah.. 4 hari inilah. apakah bunga itu memang benar2 menungguKu atau selama ini hanya permainan intrik belaka dari bunga itu agar Ku bisa memetik dan memilikinya" jawab diriku.
I Lo.. .

To Be Continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar